MATI
Satu hari, satu menit, satu detik saja manusia tidak tahu kejadian seperti apa yang akan menimpanya. Selalu berharap menghabiskannya dengan penuh kebahagiaan walapun itu hanya satu detik, satu menit, satu jam, dan bahkan satu hari. Tapi bila Tuhan sudah mentakdir kan berhenti untuk hidup saat itu juga dia akan meninggalkan kehidupan untuk selamanya. Selamanya. Dan hari itu nampak depan mata. Melihat orang bergotong royong mengangkat manusia yang sudah tidak bergerak, mati. Dia diantar dengan kumpulan orang yang menyayanginya. Orang rumah berisik dengan tangisan mereka, tetangga sebelah merasa aneh karena baru tadi pagi mereka bertegur sapa namun kemudian tegur sapa itu menjadi yang terakhir kalinya. Anaknya terus-terusan berurai air mata sembari memanggil Ibu nya yang berbaring di depannya. Suami, bapak yang sudah tidak tahu harus berbuat seperti apa duduk termenung sembari menerima usapan orang yang berkata ‘sabar’ . saudaranya dengan telpon genggam nya berkabar den...